Oke…oke….saatnya untuk Shift Happen…
1. Belom punya pengalaman
Tak kan ada perjalanan panjang tanpa dimulai dengan sebuah langkah pertama. Sehingga tak ada alasan sebenarnya untuk takut memulai sesuatu untuk pertama kalinya. Kalaupun ternyata membuat kesalahan, maka pemaklumanlah yang akan diterima karena salah besar kalo menyalahkan orang yang memang belum punya pengalaman. Tapi ini bukan masalah pemakluman, yang malah lebih terkesan egois karena tak mau disalahkan. Orang yang belom punya pengalaman hanya punya masa depan, belom punya masa lalu yang akan menjadi beban bagi dirinya untuk membuat keputusan. Menariknya lagi, masa-masa ini hanya akan sekali terjadi, di awal perjalanan, dan tak akan terulang kembali di masa yang akan datang. So, di sini lah posisiku sekarang, sekaligus juga sebagai nilai plus-ku tentu saja.
2. Nilai-nilai trainingku pas-pasan
Mungkin seharusnya aku sadar sejak awal bahwa percuma berharap mendapatkan nilai-nilai wah selama training kemarin. Pengalaman empiris sejak kuliah sudah membuktikan bahwa aku memang ditakdirkan untuk menjadi masyarakat kelas dua di dunia koding-menkoding ini. Tapi anehnya, kok ya bisa-bisanya sekarang aku malah kecemplung di sini, di dunianya para master koding berkumpul. Parahnya, ditunjuk jadi team lead lagi. Aku jadi curiga jangan2 di dunia project nyata, kemampuan koding bukanlah top priority yang harus dimiliki. Jangan2 ada sesuatu yang lain dalam diriku yang memang dibutuhkan di sini. For now, I still have no idea what it is. So from now on, I just have to find out what it is.
3. Pada dasarnya aku pendiam
Aha… aku tahu polanya sekarang. Selama ini, kupikir komunikasi adalah tentang berbicara. Kemampuan melontarkan ide dan mengeluarkan pendapat. Dan kupikir interaksi adalah hanya soal memberi. Tapi ternyata aku salah. Komunikasi adalah juga tentang mendengarkan. Mampu menerima ide dan menghargai pendapat orang lain. Interaksi tak akan sukses tanpa kerendahan hati untuk bisa menerima. Ah, ternyata sifatku yang selama ini banyak dikritik karena dianggap kurang komunikatif dan interaktif, justru sekarang kurasakan sebagai nilai plusku. Aku bersedia untuk diam mendengarkan. Aku merasa lebih peka terhadap sekecil apapun perubahan yang terjadi di sekitarku, karena aku tidak sibuk untuk membicarakan hal-hal tidak penting yang muncul di pikiran nakalku.
4. Aku tidak suka terlibat dalam konflik
Tak ada penyangkalan, sampai saat inipun aku masih tidak suka terlibat dalam konflik. Sehingga karena ini pula lah aku tertantang untuk tak berlarut-larut dalam konflik berkepanjangan. Malah rasanya aku termasuk orang yang mudah banget lupa kalo sedang terjebak dalam konflik. Hehe…jadi inget sesuatu, tapi kapan2 aja deh ceritanya.
5. Katanya sih, aku egois
Yah, yang ini juga, sudah gak alergi aku mendengarnya. Tapi ijinkan diriku untuk klarifikasi, dikit aja. Ternyata, yang kau sebut itu egois adalah aku yang sedang belajar untuk bersikap tegas. Trus, yang kau sebut itu arogan, itu adalah bagian diriku yang sedang belajar untuk berani mengambil keputusan. Dan yang kau sebut itu sombong, itu adalah bagian diriku yang sedang belajar arti percaya diri. Dan entah kau setuju atau tidak, kau rasakan atau tidak, ini semua telah membantuku untuk akhirnya sampai di titik ini. Fiuh…entah apa jadinya kalo selama ini aku tidak “egois”.
6. Anggota teamku orang-orang hebat
Apa salahnya punya banyak harta? Apa salahnya punya ilmu yang tinggi? Dan tentu saja, apa salahnya punya anggota team yang hebat-hebat? Inilah asset nyata yang dimiliki oleh team ini. Ini bukan penghalang, tapi justru merupakan peluang. Yup, pisaupun kalo tidak digunakan dengan benar memang bisa melukai. Tapi kalo dimanfaatkan dengan tepat, jadilah dia sebagai instrument penting dalam acara rujakan… Slurpp….nyummy…
7. Aku tipe orang yang cepat bosan
Last but not least, harus kuakui bahwa kebosananlah yang membuatku selama ini menjadi kreatif. Ide-ide bermunculan tak henti-hentinya bak berita selebriti di infotainment. Kebosanan telah membuatku berkembang, melesat, maju selangkah untuk lebih baik dari sebelumnya. Jadi sekarang, who care about easily being bored?



6 Comments
Badside is goodside, our weakness is our strength.
Itu yang aku tangkep
kq sepertinya apa yang anda paparkan membuat saya berkaca dengan diri sendiri??
Ada apa dengan angka 7?
–penasaran mode on–
Iya nih terbukti, dgn team lead yg adem ayem, anggota teamnya jg adem ayem…
alon alon asal kelakon kitamah yah mas fraaans
dari awal training dulu saya percaya mas Frans, kemampuan komunikasinya bagus
Cepat atau lambat, kepemimpinan harus dijalani, kritik akan datang tanpa diminta dan disuka. Shift Happen kan. Klo bukan sekarang ya nanti. Dan sepertinya mending sekarang deh, teman