Suatu ketika sebuah pabrik terancam tidak bisa melanjutkan produksinya karena mesin utama yang dimilikinya rusak. Sudah berkali-kali teknisi didatangkan tetapi tetap saja tidak ada perubahan yang berarti. Kalaupun bisa berjalan kembali, tetapi tidak bisa sempurna seperti sedia kala. Hampir saja pabrik itu akan mempensiunkan mesin itu dan membeli yang baru. Sampai suatu hari ada yang menyarankan seorang teknisi lagi untuk memperbaikinya. Sang pemilik berpikir tidak ada salahnya mencoba, meskipun sebenarnya rasa pesimis sudah menggelayut di dada. Di hari saat teknisi itu datang, sang pemilik langsung yang mendampinginya memperbaiki mesin itu. Semenit, dua menit, si teknisi cuma berkeliling memperhatikan mesin yang rusak. Lalu dia mengeluarkan palu kecil dari tas perkakasnya, memperhatikan mesin itu lagi, lalu mengetukkan palu di salah satu bagiannya. Mesin dinyalakan, dan…taraa…mesin berfungsi normal kembali. Sang pemilik berterima kasih dan tersenyum lebar, namun seketika berhenti ketika si teknisi menyodorkan bill berisi biaya jasanya. $500. Sang pemilik bertanya, “Wah, mahal banget. Bukankah tadi saya melihat sendiri bahwa Anda hanya mengetukkan palu di mesin saya? Suatu hal yang bisa juga dilakukan oleh anak saya yang berumur 5 tahun. Jadi untuk apa saja $500 ini?”. Si teknisi menjawab, “Memang benar, tarif untuk mengetukkan palu itu hanya $1. Selebihnya adalah tarif karena saya tahu dimana palu itu harus diketukkan dengan benar.”
Teras Rumahku
-
Sering Dikunjungi
Dari Masa ke Masa
Misi, ada orang?
Kali aja ada yg mo investasi?
-
Sampai Detik Ini
- 5,193 Kunjungan
Recent Visitors



