Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Semuanya telah direncanakan dengan sangat rapi oleh Yang Maha Merencanakan.
Sebagaimana perjalanan hidupku sejak pertama berikrar menjadi Muslim di dalam kandungan, lahir sebagai bayi yang lucu, tumbuh menjadi anak yang cerdas, menghabiskan masa kanak-kanak yang indah di Sumenep, menjemput ilmu di Surabaya selepas SMP, menikmati masa remaja bersama teman2 di SMA 5, trus ikut SPMB hingga akhirnya sekarang bisa duduk di dalam lab yang dingin di kampus biru ini. Dan malah sekarang bisa kerja sambil liburan di sini, di Bali. Semua bukanlah suatu kebetulan, tetapi telah menjadi bagian dari rencana besar Sang Pemilik Alam.
Ya, bagian dari rencana besar, meskipun aku belum tahu rencana apa gerangan. Mungkin rencana besar buat Bunda dan Ramanda ku, agar aku bisa membahagiakan keduanya. Mungkin rencana buat almamaterku agar aku bisa mengharumkan namanya. Mungkin rencana buat bangsaku agar aku bisa turut membesarkannya. Atau mungkin rencana buat agamaku, agar aku bisa senantiasa berjuang di jalannya.
Tak ada penyesalan, karena kutahu semuanya tak kan sia-sia. Dan aku pun tak boleh membuat semuanya sia-sia. Karena apa? Karena prinsipku “…populasi dunia akan berkurang satu, tanpa kehadiran seorang Frandi…” :p



14 Comments
Kalau orang punya perinsip:
manusia bisa mengubah semua rencana Tuhan tersebut.
“manusia hanya berencana, Tuhan yang menentukan”
tapi kalo menurutku, yabng lebih tepat itu:
“Tuhan hanya berencana, dan manusia yang mentukan”
persis seperti uraian Frandi. Dan rencana Tuhan tak semuanya berjalan mulus
dan dunia akan sepi tanpa teriakan seorang Yusuf.
ak rasa bener yg pertama… Tuhan yang menentukan… gimana2 apapun yang kita lakukan hasilnya ada ditangan Tuhan… meski kita dah berbuat maksimal tapi yang kuasa belum menghendaki mo gimana lagi…
jangan2 emang dua2nya bener, cuma perspektif melihatnya aja yang berbeda…
pak no pernah dengar gak bahwasanya nasib kita sudah ditulis di lauhul mahfudz? dengan kata lain Allah sudah merencanakan segala sesuatu tentang kita. tapi kita bisa kok merubah nasib kita, tergantung daru usaha yang kita lakukan. ato baca ini dulu
kulo ajenge menehi koment teng mriki kok lola lali kemawon nggih. Sing jelas, mas frandi niku, menegan. Jarang ngampus, kos e adohhh. Ra jelas pisan…. alias mysteri
weleh, yo wis kenalan dhisik!
kenalan yuk!
salaman dulu mas…
ayo deh mas anto, ini yang namanya virtual handshake
salaman….
tampilane angelllll
Tuhan yang berencana Tuhan juga yang menentukan, Manusia juga berencana dan manusia juga yang menentukan. Namun yang terjadi adalah yang sudah di tetapkan oleh Tuhan. Jadi di lauhul mahfudz itu ada cabang cabang dari sebab dan akibat yang kita lakukan. Kalo kita melakukan A maka yang akan terjadi adalah B, jika kita melakukan C maka yang terjadi adalah D. jadi begitu!!! blum paham??? coba buka Matlab, trus search disitu
matlab versi piro ril? nang 7r14 tak goleki gak onok…
profilnya menyentuh dan lutcu….
salam kenal ya..
hallow mas..
makasii udah ngunjungin blog saya ya..
oya, menanggapi pertanyaan mas..
setau saya, caranya klik menu Buddies di paling atas, trus pilih menu Show, trus pilih Buddy Details..
harusnya ntar foto2 temen2 qta bisa keliatan di sebelah nicknamenya..
semoga membantu..
salam kenal,,
One Trackback/Pingback
[...] Habis membaca blog temenku Frandi, yang nyebut-nyebut tentang rencana Tuhan, aku keinget sebuah pepatah yang bilang: “Manusia hanya berencana, tapi Tuhan yang menentukan”. Heh … apa gak salah pepatah itu. Kalo menurutku itu sangat salah. Bukanya yang bener itu: “Tuhan hanya berencana, tapi manusialah yang menentukan”. Aku rasa itu baru pepatah yang bijak. [...]